[Review] BTS x ARMY In The Love Maze; Sekali Jadi ARMY, Tidak Ada Jalan Keluar Lagi

Bagi kalian orang-orang yang berkecimpung di dunia K-Pop atau sedang terjebak dalam jeratan Hallyu Wave, siapa yang tidak tahu bahwa demam BTS sedang melanda beberapa waktu belakangan. Bangtan Sonyeondan atau yang biasa disebut BTS sedang naik-naiknya sejak beberapa tahun lalu. Nah, naik daunnya BTS ternyata juga membuat banyaknya buku tentang mereka yang terbit. Dari membahas tentang profil dan cerita debut, hingga buku yang berisi lirik lagu.

Buku BTS x ARMY In The Love Maze adalah salah satu dari buku yang membahas BTS. Waktu baca buku ini, saya senang sekali karena isi bukunya yang fresh. Selain itu, saya juga senang karena Sekte Pemuja Bangtan berhasil produktif membuat sebuah buku, meskipun penulis buku ini adalah Kak Lea Yunkicha, tapi kami berkontribusi pada bagian ARMY Talk di buku ini, lho.

Sekte Pemuja Bangtan

Beberapa waktu lalu, berita di media tanah air dihebohkan dengan Sekte Ubur-ubur. Tenang, Sekte Pemuja Bangtan bukan perkumpulan aneh-aneh dan mengusung aliran aneh atau sesat. Kami hanya sekumpulan orang yang jatuh cinta pada BTS hingga sesekali rela menafkahi mereka dengan cara membeli album dan merchandise lainnya.

Banyak sih yang mengira Sekte Pemuja Bangtan ini aneh-aneh, terbukti waktu PO buku ini berlangsung, ada juga yang ngeri sendiri waktu lihat penulisnya bawa nama Sekte Pemuja Bangtan. Padahal, kami hanya cewek-cewek yang tergabung di satu grup Whatsapp, yang punya moto ‘kerja segan, kere tak mau’. Kami sama-sama mencintai Bangtan dan kami sama-sama selalu berusaha produktif—produktif supaya dapat uang lebih buat fangirling maksudnya.

Tapi di samping fangirling, kami yang ada di Whatsapp grup Sekte Pemuja Bangtan memang berprofesi sebagai penulis, merangkap mbak-mbak kantoran, editor program di TV swasta, editor buku, ibu rumah tangga, dan lain-lain. Ini sebenarnya mau bahas Sekte Pemuja Bangtan apa bukunya, sih? Maaf, maaf. Singkat cerita, Kak Lea Yunkicha—salah satu member Sekte Pemuja Bangtan—akhirnya menulis buku ini dan berhasil diterbitkan. Karena itu, Kak Lea mengajak kami, member yang lain untuk menyumbangkan tulisan lewat ARMY Talk. Di sana, kalian bisa kenalan sama member Sekte Pemuja Bangtan lainnya yang keren-keren.

Konsep Buku yang Unik

Buku BTS x ARMY in The Love Maze ini adalah buku yang berisikan ulasan, tulisan, pembahasan—atau apa pun saya boleh sebut—tentang grup K-Pop pertama yang saya punya. Biasanya nggak pernah beli, pernah baca-baca waktu ke toko buku saja, yang kemudian berujung pada saya menutup bukunya lagi dan pergi.

Kalau biasanya buku berisi list profil dan segala macam fakta yang dimiliki idol, buku ini memiliki konsep yang berbeda. Memadukan antara fiksi dan fakta. Bukunya berkisah tentang Yoonie dan Monie. Yoonie itu sangat apatis terhadap K-Pop sementara sahabatnya, Monie adalah seorang ARMY. Karena ulah Monie, Yoonie dapat kesempatan untuk ikut acara 24 jam bersama BTS yang mana pasti akan bikin semua ARMY teriak-teriak kegirangan. Tapi ya buat Yoonie itu biasa aja.

Buku BTS x ARMY In The Love Maze, bonus poster, stiker, dan photocard

Karena itulah Yoonie mempelajari mengenai BTS. Dimulai dari mengenal rumah tempat BTS bernaung, Big Hit. Yoonie dikenalkan secara tidak langsung kepada Bang PD oleh Monie. Kamu bisa baca di bagian pertama, Big Hit? Apa Itu Sejenis Hamburger?

Setelah itu, Monie mengenalkan Yoonie pada BTS lewat orang-orang terdekatnya. Bagian ini salah satu yang saya suka. Fakta mengenai BTS disajikan bukan dari list dan fakta-fakta yang biasa ditulis menjadi poin per poin, tapi disuguhkan berdasarkan cerita dari orang-orang terdekat.

Di bagian 4, Kisah-kisah Predebut dan Di Balik Terbentuknya Tujuh Member BTS, para member dibuat seolah sedang bercerita tentang bagaimana mereka bisa bergabung dengan Big Hit dan menjadi bagian dari BTS. Kisah yang berbeda-beda yang masing-masingnya akan memberikan gambaran tersendiri untuk para Army

“…aku bersyukur di BTS ada member tampan yang menarik perhatian fans. Itu membuatku semakin mudah menarik perhatian mereka dengan musik kami. Aku cukup percaya diri, jika kalian mendengarkan musik kami tanpa prasangka keburukan, aku yakin kalian akan menyukainya. Dan pada akhirnya akan mendukung kami bertujuh seutuhnya.” (hlm. 113)

Pesan-pesan yang Relatable

Banyak ARMY yang mengatakan bahwa alasan mereka mengidolakan BTS bukan hanya karena mereka melakukan kerja mereka sebagai idol dengan baik, tetapi karena mereka mempunyai sesuatu yang menyentuh pada penggemarnya. Lirik-lirik yang representatif, pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan pesan-pesan yang relatable.

Kalau kamu baru bergabung sebagai ARMY atau baru ingin mengetahui BTS seperti Yoonie, kamu sebaiknya juga baca bagian 5, The Amazing Songs and The Messages. Saya sendiri, setelah nyaris tujuh tahun berkecimpung di dunia musik K-Pop akhirnya terkagum-kagum pada lirik-lirik lagu BTS. Liriknya bukan hanya berkutat masalah jatuh cinta, manis-manisnya cinta, atau patah hati. Mereka juga menyampaikan tentang kritik sosial pada sistem pendidikan dan masyarakat di Korea Selatan, tentang mimpi, tentang kesepian, perjuangan, dan juga putus asa. Ah, rasanya nggak ada habisnya kalau bicara soal lirik-lirik lagu BTS. Selalu mengagumkan!

Pada ceritanya tentang lagu So Far Away yang ada di mixtape Suga yang berjudul Agust D, Suga berkata, “Kita semua mengalami hal semacam itu. Putus asa dalam hidup, tidak punya mimpi, bermimpi tapi tak punya kepastian apa yang akan diraih tidak peduli betapa keras kita bekerja, juga membandingkan diri sendiri dengan kesuksesan orang lain. Apa pun yang kalian lakukan, cobalah untuk bertahan. Sama sepertiku yang bergulat dengan banyak hal yang tidak menyenangkan. Kalau kita berhasil melalui semuanya, mimpi yang kita perjuangkan, rasanya sepadan.” (Suga, di antara Dualisme Hip Hop dan Idol; hlm. 162)

 Tak mau kalah dengan Suga, RM juga menunjukkan studionya—Mon Studio—pada Yoonie.  Di bagian 7, RM; Love Myself, Love Yourself, RM menunjukkan studionya sekaligus bercerita soal lagu-lagu yang diciptakannya. Di bagian ini juga dibahas mengenai konsep self-love yang diusung di era paling anyar BTS.

“Aku bayangkan dunia tidak akan terlalu suram jika kamu berhasil mencintai diri sendiri. Karena kamu akan lebih mudah mencintai orang-orang di sekitarmu.” (hlm. 173)

BTS; Dualisme Seorang Idol dan Anak Muda Biasa

Jika kamu banyak menonton variety show milik BTS dan berinteraksi di media sosial, sedikit banyak kamu akan tahu bahwa mereka juga seorang anak muda yang sedang tumbuh. Di bagian 8, Vocal and Dance Line, banyak pembahasan mengenai perkembangan vokal dan dance para member, kehidupan member di dorm, di media sosial, dan kehidupan para binatang peliharaan member yang unyu maksimal.

Pada buku ini, sebelum Yoonie mengakhiri acara 24 jam bersama BTS. J-Hope dan Jimin menerangkan bahwa masing-masing dari member BTS mempunyai sesuatu yang bisa dipelajari. Tujuh member BTS memberikan sesuatu yang bisa diserap. Di bagian ini, selain Yoonie, saya sendiri juga menganggukkan kepala tanda setuju. Diam-diam saya juga mendapatkan banyak hal dari tujuh orang idola saya itu.

Buku ini ditutup dengan pembahasan mengenai ARMY—sebutan untuk fans BTS. ARMY dan BTS menurutku bergerak seperti simbiosis mutualisme. ARMY mendukung BTS sementara BTS memberikan yang terbaik dari mereka untuk ARMY. Untuk kamu yang baru memutuskan bergabung menjadi ARMY atau yang baru bergabung, atau yang sudah lama bergabung. Saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca. Bukunya ringan dan dikemas dengan konsep yang unik, saya jamin kamu nggak akan bosan baca buku ini. Rasanya seperti mendengarkan cerita dari member Bangtan langsung.

Kalau kamu mau kenalan lebih jauh sama Kak Lea Yunkicha dan member Sekte Pemuja Bangtan, kamu bisa kunjungi akun Instagram Kak Lea di @leayunkicha atau ke @sektepemujabangtan . Kamu juga bisa baca karya kami lainnya di Wattpad Sekte Pemuja Bangtan. 🙂

*

Judul: BTS x ARMY In The Love Maze
Penulis: Lea Yunkicha & Sekte Pemuja Bangtan
Penerbit: Laksana
Halaman: 260 halaman
Tahun terbit: 2018
Price: Rp92000 (http://www.instagram.com/penerbitdivapress)

Rating: 4.5/5

est. 1993. author. stationary addict. wanderer. half unicorn, half hooman.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.