Teman-teman Perempuan Terbaik

Hari Perempuan Internasional mengingatkan saya pada para perempuan-perempuan hebat yang berada di sekitar saya. Bukan, mereka bukan Frida Kahlo, Najwa Shihab, atau Ibu Sri Mulyani. Tapi saya tahu mereka tidak perlu menjadi Frida Kahlo, Najwa Shihab, atau Sri Mulyani lainnya untuk dapat menjadi wanita hebat.

Continue Reading

[Review] Garnier Color Naturals in Burgundy

Beberapa waktu belakangan, setelah mewarnai rambut dan sering menggunakan hair straightener, rambutku jadi punya tekstur dan warna yang semakin kusam. Karena itu, aku pikir ingin mewarnai kembali rambutku dengan warna lain. Dan, pas banget beberapa minggu lalu, aku dapat paket dari Garnier yang isinya 3 macam warna Garnier Color Naturals Express Cream.

Continue Reading

Memilih Bahagia

Apakah kamu sudah merasa bahagia beberapa waktu belakangan?

Topik tentang kebahagiaan ini saya akui bukan perkara gampang untuk dicapai atau dirasakan. Berapa dari kita yang mungkin masih kesulitan mendefinisikan kata bahagia bagi diri kita sendiri. Saya sendiri masih merasa seperti itu. Jika saya sendiri mencoba menjawab di atas, saya akan jawab “belum”.

Continue Reading

What If We Just Pretend to Love Ourselves After All This Time?

Sejak album baru BTS, Love Yourself: Tear, dirilis dengan title track Fake Love, 18 Mei lalu, saya mendengarkan lagu itu nyaris setiap hari. Selain untuk menambah jumlah stream di Spotify, alasan utamanya adalah karena lagunya yang memang adiktif sekali di telinga saya. Meskipun saya mencak-mencak ketika memainkan lagu itu di Superstar BTS. Ya gila sih, lagu versi full di game harus diulang sampai 15 kali. Mau muntah nggak, tuh.

Anyway, sebenarnya apa kaitannya judul tulisan ini dengan lagu baru BTS? Jika kamu ada di dunia BTS bersama para Army, kamu mungkin sudah tidak asing dengan teori dan analisa lirik. Tapi saya lemah masalah teori ataupun analisa lirik. Tulisan ini hanya pemikiran yang bertengger berhari-hari selama mendengarkan Fake Love.

Continue Reading

Obscure Sorrows: Koinophobia

“You left plenty of room for what might happen, and somehow lost track of what was happening.”

*

Beberapa orang mungkin pernah mempunyai mimpi yang besar, jauh sebelum kita tumbuh dewasa. Jauh sebelum masalah mengenai iuran-iuran bulanan dan pandangan orang lain menjadi sesuatu yang harus dipusingkan nyaris setiap hari. Jauh sebelum pikiran kita dipenuhi dengan hal yang itu-itu saja, yang sebenarnya bukan merupakan standar kehidupan.

I used to have a big dream, and still do. Until I realize, “why am I living in such an ordinary life? I could be better than this.”. Then I forget how to dream again.

Continue Reading

100% Paperless, Mungkin Nggak Sih?

brandi1@Unsplash

*

Era digitalisasi dan maraknya program pelestarian lingkungan membuat pemakaian kertas semakin banyak dikurangi. Jika dulu saya masih membaca majalah remaja untuk mencari tahu tren fashion dan info artis kesayangan saya, sekarang saya hanya butuh smartphone, jaringan internet dan Google kemudian, voila! Muncul semua informasi yang saya inginkan, dari yang paling umum sampai yang paling spesifik.

Saya tidak apatis sama sekali terhadap kemajuan teknologi karena saya juga ikut merasakan kemudahannya. Tetapi, kalau disuruh menghilangkan kertas dari keseharian saya, sepertinya saya belum rela. 5 hal ini akan membuat kamu menimbang lagi, mungkinkah kita menjalani 100% paperless?

Continue Reading
1 2 3 6