[Review] Combination Skin Moisturizer Option – AXIS-Y Cera-Heart My Type Duo Cream

AXIS-Y Cera-Heart My Type Duo Cream
Karena punya kulit yang berminyak di T-Zone, aku seringkali bingung waktu memilih moisturizer yang cocok untuk kulitku. Pada akhirnya, selama beberapa saat aku absen dari moisturizer. Mungkin itu juga karena aku takut bikin wajahku tambah berminyak dengan skincare sejenis krim. Tapi siapa sangka ternyata absennya moisturizer akan menyebabkan beberapa kerusakan kulit seperti keriput, kusam, saggy, iritasi, inflamasi, dan juga kemerahan. Pemakaian moisturizer ternyata selain menambah air di dalam kulit juga menahan agar kandungan air di dalam kulit kita tetap ada dan melindungi kulit itu sendiri.

Beruntungnya, aku dapat kesempatan untuk coba krim dari AXIS-Y yang punya formula yang unik. Kalau biasanya formula dari moisturizer cuma terdiri dari satu krim, AXIS-Y Cera-Heart My Type Duo Cream terdiri dari dua formulasi. Formula ini cocok untuk kita-kita yang punya jenis kulit kombinasi, yang biasanya lebih berminyak di T-Zone dan kering di U-Zone.

Sebelumnya, aku sempat bahas di postingan blog sebelumnya tentang brand AXIS-Y. Kali ini, aku akan langsung bahas tentang produk krim dari rangkaian 6+1+1 Advanced Formula™ line. Seperti yang kamu tahu, T-Zone biasanya menghasilkan minyak lebih banyak karena kelenjar minyak di area tersebut lebih aktif jika dibandingkan dengan U-Zone (pipi dan leher). Bagian U-Zone biasanya cenderung lebih kering daripada T-Zone. Oleh karena itu, AXIS-Y mencoba membuat krim dengan formulasi berbeda yang dapat memberikan manfaat yang sama untuk masing-masing area tersebut.
Packaging
Seperti biasa, AXIS-Y masih mengusung tema minimalis di kemasannya. Dengan jar berwarna turquoise dan lid putih, di dalamnya ada dua bagian untuk masing-masing krim, T-Zone dan U-Zone. Kemasan AXIS-Y Cera-Heart My Type Duo Cream berukuran 60 mL, 30 mL untuk masing-masing formula krim. Krim dilengkapi dengan spatula yang menjadi kelebihan tersendiri. Karena krim jadi tidak terkontaminasi dengan tangan kita langsung.
Lid ganda dan spatula
Ingredients
Bahannya sendiri terpisah, antara Ceramide U-Zone Cream dan Heartleaf T-Zone Cream. Ceramide U-Zone cream mengandung bahan-bahan sebagai berikut:
Water, Butylene Glycol, Glycerin, Cetyl Ethylhexanoate, Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil, Caprylic/Capric Triglyceride, Isohexadecane, Sodium Hyaluronate, Ceramide NP, Sorbitan Stearate, Glyceryl Stearate, Microcrystalline Wax, Sorbitol, Centella Asiatica Extract, Candelilla Cera, Sorbitan Sesquioleate, Sorghum Bicolor Leaf/Stem Extract, Aspergillus Ferment, Portulaca Oleracea Extract, Salicornia Herbacea Extract, Phragmites Communis Extract, Chlorphenesin, Arginine, Carbomer, Xanthan Gum, Allantoin, Ethylhexylglycerin
Bahan yang kugarisbawahi adalah enam ekstrak herbal yang menjadi highlight dari krim tersebut. Centella asiatica dan Allantoin berguna untuk pemulihan kulit, melawan penuaan dini, sekaligus melembabkan kulit. Kandungan tersebut sangat bermanfaat untuk menenangkan kulit. Bahan lainnya yang menjadi highlight, tentu saja Ceramide, seperti yang sudah disebut-sebut pada nama krimnya. Ceramide berguna sebagai pemulih dari skin barrier. Ketika kulit kita bersinggungan dengan bahan-bahan yang bisa merusak skin barrier, ceramide berguna untuk menjaga agar skin barrier kita tidak rusak.
Selain ceramide, beberapa kandungan lain, salah satunya adalah stem extract untuk memberi efek mencerahkan dan mendukung tumbuhnya sel-sel kulit baru.
Sementara itu, Heartleaf T-Zone Cream memiliki kandungan sebagai berikut:
Water, Propanediol, Glycerin, Sodium Hyaluronate, Butylene Glycol, Sorbitol, Isohexadecane, Caprylic/Capric Triglyceride, Houttuynia Cordata Extract, Betaine, Centella Asiatica Extract, Glyceryl Stearate, Salvia Officinalis (Sage) Extract, Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract, Sorgum Bicolor Leaf / stem extract, Aspergillus Ferment, Chlorphenesin, Arginine, Acrylates/c10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Allantoin, Sorbitan Sesquioleate, Ethylhexylglycerin, Xantham Gum, Guaiazulene
Highlight dari krim ini adalah Houttuynia Cordata Extract. Tanaman tersebut berfungsi sebagai anti inflamasi, anti bakteri, dan sebagai bahan antioksidan. Krim T-Zone ini juga masih mengandung ekstrak Centella asiatica sebagai bahan yang berguna bagi pemulihan kulit, dan pencegah penuaan dini. Dalam krim ini juga terdapat Guaiazulene yang memiliki ciri menenangkan kulit.
Tekstur dan Aroma
Ada perbedaan tekstur antara krim U-Zone dan T-Zone. Sekilas lihat sebenarnya cukup mudah menebak perbedaan tekstur antara dua krim tersebut. Krim T-Zone berwarna kebiruan, lebih bening daripada krim satunya. Krim T-Zone berwarna seperti air yang dilihat dari atas. Krim tersebut berupa gel bening berwarna kebiruan (yang didapat dari Guaiazulene) yang jika dioleskan benar-benar ringan. Sementara itu, krim U-Zone berupa gel putih yang lebih creamy. Krim U-Zone kelihatannya lebih berat daripada krim T-Zone, tapi ternyata nggak seberat itu juga, nggak sampai bikin kilang minyak di wajahku kok. Dan plusnya adalah dia nggak begitu tacky waktu sudah diaplikasikan.

Tekstur T-Zone dan U-Zone Cream
Untuk aroma keduanya sama sekali tidak ada, yang mana menjadi salah satu kesukaanku. Karena nggak ada aroma-aroma tanaman atau obat di krim tersebut.
How to Use
Kita bisa menggunakan krim ini di pagi dan malam hari. Untuk awalnya, aku hanya aplikasikan di malam hari karena takut minyaknya jadi berlebihan kalau aku apply di pagi hari.  Aku biasanya pakai krim T-Zone di hidung, dahi, dan dagu. Sementara krim U-Zone aku aplikasikan di pipi dan leher. Tapi kalau kamu mau aplikasikan bersamaan, boleh banget. Aplikasi krim bersamaan itu akan membuat hidrasi dan melembabkan lebih lagi.
My Thought
Setelah pemakaian hampir tiga minggu, aku terkesan karena krim ini memang bisa memberikan hidrasi dan melembabkan kulitku. Kulitku nggak kering lagi dan jadi kenyal-kenyal. Tapi untuk efek lain seperti memperbaiki tekstur kulit atau mencerahkan, rasanya aku belum menemukan itu di krim ini. Kebetulan masalah kulitku adalah whiteheads yang bikin kulit di sekitar pipi jadi terasa kasar karena bump kecil-kecil dan setelah pemakaian krim ini sayangnya masalah ini belum teratasi.
Score 3/5
 
Where to Buy?
Karena sekarang AXIS-Y sudah masuk ke Indonesia dan juga sudah punya representatif buat kamu yang cari produk original AXIS-Y, jadi makin gampang deh kalau mau cari produk-produk mereka. Untuk info produk, kamu bisa pergi ke media sosial mereka di AXIS-Y Official dan AXIS-Y Indonesia, atau mungkin langsung kunjungi situs AXIS-Y. Untuk pembelian produk original mereka, jangan takut, langsung ke distributor resmi AXIS-Y di Indonesia, Beautyglowing via Web atau Instagram.

Disclaimer:

Kulit tiap orang berbeda, jadi meskipun suatu produk cocok di kulitku, itu belum tentu sama untuk kulit kalian. Meskipun AXIS-Y mengirimkan produknya, review ini tetap ditulis 100% berdasarkan review jujur setelah pemakaian.

maybe you'll like this too

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.