What If We Just Pretend to Love Ourselves After All This Time?

Sejak album baru BTS, Love Yourself: Tear, dirilis dengan title track Fake Love, 18 Mei lalu, saya mendengarkan lagu itu nyaris setiap hari. Selain untuk menambah jumlah stream di Spotify, alasan utamanya adalah karena lagunya yang memang adiktif sekali di telinga saya. Meskipun saya mencak-mencak ketika memainkan lagu itu di Superstar BTS. Ya gila sih, lagu versi full di game harus diulang sampai 15 kali. Mau muntah nggak, tuh.

Anyway, sebenarnya apa kaitannya judul tulisan ini dengan lagu baru BTS? Jika kamu ada di dunia BTS bersama para Army, kamu mungkin sudah tidak asing dengan teori dan analisa lirik. Tapi saya lemah masalah teori ataupun analisa lirik. Tulisan ini hanya pemikiran yang bertengger berhari-hari selama mendengarkan Fake Love.

est. 1993. author. stationary addict. wanderer. half unicorn, half hooman.

Continue Reading