7 Lagu Folk Lokal Favorit

Melabeli diri saya sebagai penikmat musik Korea tidak lantas membuat saya menutup telinga pada musik-musik dalam negeri. Di beberapa waktu, saya pernah merasa sedikit kesulitan dalam menemukan musisi dalam negeri yang punya lagu bagus dengan lirik yang bermakna. Musik Indonesia kala itu mungkin lebih banyak di-bully daripada dinikmati. Akan tetapi beberapa tahun belakangan, mulai bermunculan musisi-musisi yang mengeluarkan album mereka lewat jalur indie dan mengusung genre folk. Lagu-lagu mereka istimewa dan akhirnya lagu-lagu folk lokal itulah yang membuat saya kembali rutin mendengarkan musik dalam negeri.

Nah, hari ini saya akan share tujuh lagu folk lokal favorit saya. Berikut list-nya!

1. Pagi Itu Di Bangku Taman – Seiring Waktu Berjalan

Waktu pertama dengar lagu ini, yang ada di pikiran saya adalah kok nama band-nya panjang banget. Baiklah, ternyata banyak penyanyi indie Indonesia yang memang punya nama grup yang unik dan panjang. Salah satunya ya Seiring Waktu Berjalan ini.

Lagu Pagi Itu Di Bangku Taman mengisahkan tentang kerinduan seseorang. Liriknya sedikit poetic, dipadukan musik folk nuansa 80-an, enak banget untuk kamu dengar untuk relaksasi sebelum tidur.

2. Untuk Perempuan yang Sedang Di Pelukan – Payung Teduh

Payung Teduh adalah band Indonesia yang mengusung aliran folk, keroncong, dan jazz. Lirik lagu ini berisikan tentang seorang laki-laki dan wanita pujaannya. Oh iya, lagu ini isinya tentang orang kasmaran. Kalau kamu lagi kasmaran, boleh dicoba dengar lagu ini, nih.

3. Man Upon A Hills – Stars and Rabbit

Man Upon A Hills adalah lagu dari duo indie asal Yogyakarta, Stars and Rabbit. Proses melupakan kenyataan pahit di masa lalu, itulah yang menjadi makna lagu ini. Menurut Elda, vokalis Stars and Rabbit, ketika kita memberikan ruang untuk orang yang kita cintai untuk menemukan kebahagiaannya, saat itulah kita juga bisa melepas masa lalu dan berbahagia.

4. Sampai Jadi Debu – Banda Neira ft. Gardika Gigih

Siapa yang tidak kenal lagu ini? Intro panjang yang syahdu mengantarkan kita masuk ke lagu Sampai Jadi Debu dengan sangat khidmat. Sebelum lagu dimulai, suara Rara Sekar, vokalis Banda Neira, yang syahdu memanjakan telinga kita dengan melodi yang dinyanyikan. Lagu ini bukan sekadar bercerita tentang romantisme, tetapi juga kesetiaan, dapat dilihat dari lirik “Sampai kita tua; sampai jadi debu; ku di liang yang satu; ku di sebelahmu.”. Pada konser Gardika Gigih, seorang komponis dan pianis muda asal Yogyakarta, Desember 2017 lalu, Ananda Badudu menyanyikan lagu ini dengan Monita dan berbagi mengenai lagu ini. Sampai Jadi Debu ternyata terinspirasi dari kisah kakek dan neneknya.

5. Argumentasi Dimensi – Fourtwnty

“Usap terus keringatmu; jangan mau gugur dan terbunuh.” Dua baris lirik itu terngiang di telinga setelah mendengarkan lagu ini. Dua baris itu juga yang paling sering diulang dalam lagu ini. Selain Argumentasi Dimensi, lagu-lagu lain dari Fourtwnty juga tak kalah asyik untuk didengarkan.

6. Mala – Figura Renata

Figura Renata adalah duo asal Semarang. Lagu Mala yang berada pada album Elegi ini mempunyai lirik repetitif yang sendu. “Dan pagi itu seketika jiwa tak berdosa sirna.” Ajaibnya, menurut saya, lirik repetitif di lagu ini membuat saya sebagai pendengar merasa miris.

7. Worth It – Stars and Rabbit

Saya benar-benar nggak bisa move on dari suara uniknya Elda. Kalau lagu Man Upon A Hills punya melodi yang menurut saya lebih magical, Worth It sedikit gothic tetapi malah punya lirik lebih menyenangkan daripada Man Upon A Hills. Keduanya punya kelebihan masing-masing yang sama-sama membuat lagu itu enak untuk dinikmati.

 

Kalau lagu folk Indonesia favorit kamu apa? Share yuk di kolom komentar!

Cheers,

Dhamala Shobita

est. 1993. author. stationary addict. wanderer. half unicorn, half hooman.

You may also like

4 Comments

  1. haiii kak dhamala! pertama-tamaaa, thank you kaaak for kindly following my blog first aku nadya kelahiran 97, salam kenal yah kaaak heheheh (this sudden introduction is so shameless please forgive me).

    anywaaay, sampai jadi debu emang sebagus itu ya kak, huhu. aku waktu denger juga langsung terpikat. banda neira tuh salah satu band indie yang sebagian besar lagunya cocok di kupingku, sayang banget udah bubar moreover, aku juga favoritin amigdala – kau bukan rumah, float – pulang, sama figura renata – elegi.

    thank you for sharing (and letting me to share too) kak dhamalaaa! ❤️

    ps. kakak dengerin k-indie jugakah? kalo iya, coba cari “danielions playlist” di youtube deh kak, hehe. menurutku lagunya enak-enak! aku nemu lagu yang aku cinta banget di channel itu: lagunya b-jyun yang judulnya cHaNgE (iya emang judulnya pake huruf kapital-kecil gitu).

    1. Halo, Nadya! Aw, 97line. You’re so young. ❤️
      Salam kenal juga dari aku ya. Panggil aja Mala kalau Dhamala kepanjangan. hehe.

      Aku take note buat rekomendasi lagunya ya. Figura Renata yang Elegi aku pernah denger juga dan keceeee. xD
      Iyeeesss bener banget, too bad Banda Neira udah bubar. Tapi Rara Sekar kayaknya mau ada proyek baru lho.

      K-Indie, aku dengerin juga dooong. aku cari deh di Youtube nanti, thanks again for the recommendation ya, Nad. 😀 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *