Zero Waste Starts with Me

“We are the only species with the power to destroy the earth and also the capacity to protect it.” – Dalai Lama

*

Pernah terbayang untuk menjalani gaya hidup tanpa limbah atau zero waste living. Saya yakin, yang pertama terbersit di pikiran pasti adalah bagaimana caranya? Setelah mencari-cari timbunan informasi di blog, Pinterest, atau sesederhana mencari hashtag #ZeroWaste di Instagram, beberapa dari kita mungkin ragu, kemudian memilih mundur karena berpikir bahwa hal itu sulit untuk dilakukan. Tenang, kalau kamu berpikir demikian, kamu tidak sendirian.

Akan tetapi, kita semua seharusnya memulai di satu titik. Dan agar gaya hidup zero waste ini menjadi budaya di masyarakat, tentunya hal ini harus dimulai dari diri sendiri. Untuk memulai hidup dengan zero waste, ada 5 perlakuan sederhana pada beberapa pointdi bawah ini bisa kamu lakukan.

1. Bag

Kamu suka belanja di minimarket atau toko-toko lainnya? Cobalah sebisa mungkin untuk menolak kantong plastik yang diberikan kasir untuk menaruh belanjaanmu. Sebagai gantinya, coba deh untuk membawa tote-bag bersama kamu setiap belanja. Minta kasirnya memasukkan belanjaanmu ke dalam tote-bag. Selain desain tote-bag yang biasanya lebih kece, kamu juga menyelamatkan bumi dengan mengurangi pemakaian plastik. Tahu kan kalau butuh ribuan tahun untuk menguraikan plastik?

 

2. Containers

Suka jajan di luar? Atau minimal beli kopi di kafe kesayanganmu sebelum berangkat kerja? Boleh saja. Tapi sepertinya akan lebih asik jika kamu membawa tumbler atau botol minum sendiri dibandingkan mendapatkan paper-cup setiap hari. Mau beli jajanan di pinggir jalan, kamu juga bisa simpan kotak makan kecil di tasmu dan keluarkan setiap kali membeli. Tidak perlu pakai plastik atau kertas pembungkus jadinya, kan?

 

3. Utensils & Straws

Coba kurangi penggunaan peralatan makan plastik dan ganti dengan peralatan makan stainless steel atau kayu. Sekarang sudah banyak juga variasi alat makan lucu yang terbuat dari stainless steel. Oh iya, jangan lupa juga untuk membawa sedotan yang reusable. Sedotan semacam ini sudah banyak banget dijual, biasanya berbahan kaca atau stainless.

4. Shopping

Kamu sering banget beli baju atau barang lainnya dan akhirnya cuma dipakai satu atau dua kali? Coba pilah bajumu dan give it as donation atau just simply sell it. Sayang banget kalau pakaian kamu menumpuk di lemari tanpa digunakan, kan? Selain itu, setiap kita membeli barang baru, ada satu proses yang akan berlangsung dari pengambilan raw-material hingga transportasi sampai barang tersebut berada di tangan kita. Emisi dan polusi pasti dihasilkan dari satu siklus tersebut. Oleh karena itu, membeli barang recycle atau secondhand dapat sedikit membantu mengurangi emisi dan energi yang terbuang dalam proses produksi.

 

5. Households

Kurangi pemakaian plastik sebagai penyimpanan kamu. Kamu bisa menggantinya dengan kaca. Menaruh kopi, teh, cokelat, dan lain-lainnya dalam mason jar juga akan terlihat lucu. Untuk mengurangi pemakaian plastik juga, bahkan ada yang menyarankan untuk membeli kebutuhan consumable dalam bentuk bulk. Itu akan membuat kamu lebih sedikit membeli produk berkemasan plastik. Bisa juga dengan mengganti tisu dengan sapu tangan, atau mengganti lap kertas dengan lap kain.

Cukup mudah, kan? Kalau kamu masih merasa ini susah, pelan-pelan saja. Intinya, semua harus dijalani dari diri sendiri dan dimulai dari hal-hal yang kecil. Nah, apa kamu punya resep lain untuk menjalani gaya hidup zero waste? Yuk, share resepmu di kolom komen!

est. 1993. author. stationary addict. wanderer. half unicorn, half hooman.

You may also like

6 Comments

  1. Aku baru memulai dengan membiasakan bawa tumbler ke mana-mana dan mengurangi penggunaan botol minum plastik sekali pakai. Memang PR besar sih membiasakan habit ini, tapi gak ada yang gak mungkin yah. Thanks for sharing, Mala! 🙂

    1. Ah, benar, Mbak. Karena aku jarang ke pasar tradisional, jadi nggak kutulis di atas. Tapi pernah belum lama aku datang dan banyak banget yang bawa keranjang instead of jinjing plastik sana sini. Hehe. Terima kasih sudah berkunjung, Mbak. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *