7 Hari Declutter Menjelang Tahun Baru

Tak terasa, satu minggu lagi kita akan memasuki tahun 2018. Selain resolusi, tentunya ada hal-hal yang perlu dilakukan sebelum memasuki tahun baru, seperti membersihkan kamar dan decluttering beberapa barang di sekitar.

Saya termasuk golongan orang yang suka mengambil brosur, apalagi kalau bertemu dengan desain brosur cantik di pusat perbelanjaan. Belum lagi, seringnya tertarik dengan banyak pernak-pernik lucu seperti sticky notes dan klip kertas. Semua benda-benda kecil itu nantinya akan menumpuk di kamar dan suatu saat membuat saya sadar bahwa saya banyak mempunyai barang yang sebenarnya tidak saya gunakan dan tentunya mereka memenuhi ruangan saya.

Pada tahun 2011, Marie Kondo menulis buku yang berjudul The Life-Changing Magic of Tidying Up: The Japanese Art of Decluttering and Organizing. Memang, Marie Kondo bukanlah orang pertama yang memperkenalkan konsep decluttering. Masih ada orang sebelumnya yang melakukan hal tersebut. Decluttering sendiri berarti menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan.

Sebelum memasuki tahun baru, saya ingin melakukan kegiatan beres-beres atau decluttering supaya lebih fresh ketika memasuki tahun baru nanti. Berikut 7 kegiatan declutter yang akan saya lakukan untuk 7 hari ke depan.

1. PAKAIAN

Saat yang tepat untuk melihat lemari dan memilah-milah pakaian. Sebelum tahun baru datang, saya punya keinginan untuk menyisihkan ruang di lemari untuk barang-barang baru yang saya suka. Cara yang paling sering saya lakukan adalah mengeluarkan semua isi lemari pakaian. Tumpuk menjadi satu dan siap-siap untuk membagi lagi satu tumpukan besar itu menjadi beberapa tumpukan kecil. Biasanya saya akan membaginya menjadi tiga bagian. Bagian pertama adalah pakaian yang masih saya suka dan masih oke untuk dipakai, bagian kedua adalah pakaian yang ingin saya simpan tapi tanpa alasan apa pun, ketiga adalah pakaian yang masih layak tapi sudah jarang sekali saya kenakan, dan keempat adalah pakaian yang sudah tidak layak pakai.

Pakaian di tumpukan satu akan kembali ke dalam lemari, sementara pakaian di tumpukan tiga akan saya pisahkan untuk didonasikan atau malah saya jual sebagai barang preloved. Pakaian tidak layak pakai di tumpukan empat sudah pasti akan saya buang. Jadi bagaimana dengan tumpukan dua? Saya biasanya bertanya pada diri saya untuk pakaian yang sepertinya ingin saya simpan tapi entah untuk apa. Does is give my heart sparks joy? If the answer is no, maka mereka akan masuk ke tumpukan tiga.

2. DAPUR

I literally have no kitchen in my room, karena saya tinggal di mess. Tapi bukan berarti saya aman dari bahan-bahan makanan yang sudah lama disimpan, atau makanan-makanan di kulkas. Jadi di H-6 dari tahun baru, saya akan memilah bahan-bahan makanan yang tanggal kedaluwarsanya sudah dekat. Kadang, satu hari saya pengin banget bikin kue. Dengan semangat, saya beli terigu, bubuk cokelat, perisa vanila, dan lain sebagainya. Tapi setelah satu hari itu, saya tidak membuat apa-apa lagi. Alhasil, kadang ada bahan yang tidak terpakai sampai masa kedaluwarsanya lewat. Sayang banget, kan! 🙁

Jadi, next time jika saya ingin membuat kue lagi, mungkin saya harus beli kemasan kecil sehingga bisa satu kali dikonsumsi saja bahan-bahannya. Selain bahan-bahan makanan seperti terigu, kopi, susu sachet, bon cabe, dan lain-lain, ini juga saatnya memilah isi kulkas. Apakah ada yang sudah rusak? Jika ada, segera pisahkan untuk dibuang agar tidak membuat penuh kulkas.

3. OBAT-OBATAN

Karena saya termasuk lumayan sering menyimpan obat-obatan di kamar, maka saya perlu memastikan secara berkala bahwa tidak ada obat yang melewati batas kedaluwarsanya. Obat-obat yang tidak termakan hingga masa kedaluwarsanya kemudian saya pisahkan dan saya hancurkan sebelum dibuang. Mengapa harus dihancurkan? Ini untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan. Siapa tahu ketika dibuang ada yang memungut obat itu, kan?

4. BUKU

Kalau kamu seorang pecinta buku seperti saya, maka kamu pasti pernah juga menjadi book-hoarder, kan? Book-hoader bisa diartikan sebagai seseorang yang membeli buku secara berlebihan kemudain menumpuknya dan tidak membacanya. Ada Bahasa Jepang untuk menunjukkan istilah ini, tsundoku.

Jika kamu punya banyak buku dan merasa bahwa lemari bukumu sudah penuh, mungkin sudah waktunya kamu melakukan declutter untuk buku-buku tersebut. Sama halnya dengan saya. H-4 dari tahun baru, saya akan memilah buku mana yang sudah selesai saya baca dan kemungkinan tidak akan saya baca lagi, buku mana saja yang sudah saya baca dan akan saya simpan sebagai koleksi, dan buku mana yang belum dibaca dan saya akan baca di 2018. Buku-buku yang sudah dibaca dan mungkin tidak akan dibaca lagi bisa sekali jika didonasikan. Akan lebih baik jika buku-buku itu dibaca oleh orang yang lebih membutuhkan dibandingkan mejeng di lemari kamu, kan? Atau jika kamu mau, kamu juga bisa menjual kolpri (koleksi pribadi) kamu. Untuk donasi, kamu bisa coba juga dengan gerakan Books on The Go Indonesia, program itu mengajak kamu meletakkan buku-buku kamu di tempat umum dengan motto TAKE-READ-SHARE.

5. KERTAS BEKAS

Kegiatan kerja sambil kuliah membuat saya jadi sering banget menumpuk kertas-kertas tugas dan coret-coretan. Jadi selain rak buku saya dipenuhi dengan novel, rak saya juga dipenuhi kertas. Di luar itu, saya sendiri juga hobi mengoleksi kertas, dari concorde, kertas HVS warna, watercolor paper, dan kertas kado. Kita mungkin akan tetap menyimpan akte kelahiran, ijazah, kartu keluarga dan dokumen-dokumen penting lainnya. Tapi untuk bill-bill lama dan kertas random yang masih kamu simpan, mungkin itu termasuk ke dalam kategori yang harus segera dibuang.

6. BEAUTY ESSENTIAL

Pernah beli produk skin care terus ternyata nggak cocok sama kulit kamu? Saya pernah banget. Alhasil, produknya nggak saya pakai lagi dan teronggok begitu saja di laci meja. Lantas harus diapakan? Banyak cara lho, salah satunya dengan menjualnya. Etis nggak sih menjual skin-care yang sudah dipakai? Menurut saya sih, sah-sah saja. Atau kamu bisa menawarkannya ke teman-teman yang cocok pakai produk itu. Daripada disimpan di laci dan nggak terpakai, kan? Kamu juga harus cermati label skin care atau beauty essential kamu. Ada simbol gambar kaleng dan angka  (PAO; Period After Opening Symbol) yang menunjukkan berapa lama produk bisa digunakan setelah dibuka. Nah, ayo mulai dilihat-lihat produk skin-care-nya.

Sumber: Wikipedia

7. DOKUMEN KOMPUTER & SUREL

Yang terakhir adalah dokumen komputer dan surel. Saya punya kebiasaan menyimpan gambar-gambar dari internet, atau gambar-gambar dan file di ponselyang dipindahkan ke komputer. Akhirnya, tiba-tiba saja jumlah dokumen-dokumen itu melebih seribu dan kadang saya sendiri lupa untuk apa saya menyimpan semua itu. Jadi, sebelum tiba, saya akan memilah dokumen tersebut dan menghapus dokumen yang sebenarnya sudah tidak pernah saya gunakan lagi. Selain file dan foto, saya juga akan melakukannya untuk lagu-lagu yang saya simpan. Terlalu banyak sampai-sampai saya selalu kebingungan menyusun playlist.

Selanjutnya, surel. Kamu pernah lihat kotak masuk surelmu dan shock ketika melihat berapa banyak pesan tidak terbaca di sana? Mostly kotak masuk surel saya berisi info-info promosi dari online shop dan situs-situs lainnya. Jadi saya memutuskan untuk berhenti berlangganan berita dari beberapa situs yang selama ini saya ikuti untuk meminimalisir jumlah pesan tidak terbaca yang masuk ke surel saya.

Nah, itu dia kegiatan declutter saya 7 hari sebelum memasuki 2018. Sudah siap untuk ikutan? Jangan lupa ceritakan pengalaman kamu ketika declutter di kolom komen ya.

maybe you'll like this too

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.