Come Home

Rural cedar wood home in spring reflected in lake with blooming spring dogwood and wildflowers
Rural cedar wood home in spring reflected in lake with blooming spring dogwood and wildflowers (gbi.photoshelter.com)

Come Home

by dhamalashobita

Lagu itu tidak pernah sesyahdu lagu-lagu balada lainnya. Tidak ada suara orkestra ramai yang melatarbelakangi nada-nada berlirik tersebut. Suara tuts-tuts piano adalah satu-satunya yang terdengar di belakang suara Ryan Tedder di awal lagu. Itu pun hanya berupa chord yang dibunyikan bergantian. Bukan melodi-melodi balada romantik kontemporer seperti milik Yiruma.

Tapi, selalu ada yang bisa membawaku ke dalam dunia lain dari lagu itu. Dunia yang diam-diam sedang kuciptakan sendiri dalam imajinasiku.

*

est. 1993. author. stationary addict. wanderer. half unicorn, half hooman.

Continue Reading

How Does It Feel?

urlHow Does It Feel?

by dhamalashobita

*

Pertama kali aku melihatnya menangis adalah saat pemakaman ibunya enam belas tahun lalu. Ditemani aroma tanah basah karena hujan satu malam sebelumnya, juga aroma embun yang menempel di dedaunan. Hari itu, hingga senja tiba, dia tak kunjung bangkit dari hadapan nisan ibunya. Yang dilakukannya hanya membuang air matanya sia-sia.

Sejak itu, dia mungkin lupa bagaimana caranya meneteskan air mata.

*

est. 1993. author. stationary addict. wanderer. half unicorn, half hooman.

Continue Reading

Koin, Bandung, dan Permisi

“Jangan menunda. Jangan habiskan separuh hidupmu untuk menunggu waktu yang tepat. Seringnya, saat kau sadar, waktu yang tepat itu sudah lewat. Kalau sudah begitu, kau cuma bisa menyesal.” – London : Angel

 

Itu adalah quotes yang bisa kita temui di novel seri STPC bertitel London : Angel karya Mbak Windry Ramadhina. Penasaran kenapa saya pasang quotes itu di awal posting-an ini? Karena posting-an ini akan membahas soal #TantanganMenulisWindry yang saya ikuti hari Sabtu, 9 Agustus 2014 kemarin. Yeay!

est. 1993. author. stationary addict. wanderer. half unicorn, half hooman.

Continue Reading

Nothing – #SpringStory

“Nothing”

#WinterStory

¶ Dhamala Shobita Storyline © 2014

*

“Cinta pertamaku sesejuk angin musim semi. Aromanya tercium seperti kayu mapel yang terkena air bekas lelehan salju. Senyumannya merekah seperti bougenville merah jambu yang baru saja bermekaran di hari ketiga musim semi.” – Celesta

*

est. 1993. author. stationary addict. wanderer. half unicorn, half hooman.

Continue Reading