Perkara Waktu – Prelude

“Ini sudah mantan yang keberapa?”

Kina memutar gelas kopinya yang dibiarkan setengah penuh sejak sepuluh menit yang lalu. Lagu exile berputar di kafe yang menurut Kina lampunya terlalu remang. Kafe itu milik teman dari sahabatnya yang akhirnya menjadi teman Kina juga walau hubungan mereka tidak pernah benar-benar dekat. Meskipun bagi Kina, teman dari temannya bisa berarti temannya juga, tetap saja Kina memberi jarak aman bagi dirinya dan orang tersebut.

Continue Reading