Cara Mudah Bikin Song Cover Ala Penyanyi Pro

Dari kecil, saya punya hobi menyanyi. Ya meskipun itu pada akhirnya cuma jadi hobi semata. Panggung saya paling-paling cuma kamar mandi, paling jauh, ya, panggung di sekolah atau isi acara di mal sebagai perwakilan sekolah. Jangan tanya, pernah nggak pengin ikut audisi Indonesian Idol atau Akademi Fantasi, jelas pernah soalnya. Hampir semua teman saya yang suka nyanyi juga kayaknya pernah deh kepengin ikut audisi. Tapi kalau sekarang, saya kepenginnya ikut audisi YG Ent atau Big Hit aja. Oke, ini mulai ngawur.

Sebagai penyanyi kamar mandi yang setia, kadang-kadang saya pengin dong bikin lagu ala-ala penyanyi pro atau penyanyi Youtube kayak Boyce Avenue, Megan Nicole, Sam Tsui, Madilyn Bailey, Kira Grannis, dan lain-lain. Tapi gimana ya, karena nyanyi cuma bagian dari hiburan dari kepenatan sehari-hari, saya juga nggak pernah mengeluarkan uang lebih untuk microphone, amplifier, sound-card, dan juga aplikasi-apliasi music editing lainnya. Saya cuma punya smartphone dan bermodal lagu-lagu instrumental gratisan di Youtube.

Nah, jadi gimana sih caranya bikin song cover mudah tapi dengan kualitas mendekati penyanyi pro?

est. 1993. author. stationary addict. wanderer. half unicorn, half hooman.

Continue Reading

Obscure Sorrows: Koinophobia

credit: timeasley@unsplash

“You left plenty of room for what might happen, and somehow lost track of what was happening.”

*

Beberapa orang mungkin pernah mempunyai mimpi yang besar, jauh sebelum kita tumbuh dewasa. Jauh sebelum masalah mengenai iuran-iuran bulanan dan pandangan orang lain menjadi sesuatu yang harus dipusingkan nyaris setiap hari. Jauh sebelum pikiran kita dipenuhi dengan hal yang itu-itu saja, yang sebenarnya bukan merupakan standar kehidupan.

I used to have a big dream, and still do. Until I realize, “why am I living in such an ordinary life? I could be better than this.”. Then I forget how to dream again.

est. 1993. author. stationary addict. wanderer. half unicorn, half hooman.

Continue Reading